Pantai Jilbab adalah tujuan pariwasata yang berada di Kabupaten Aceh Barat Daya Aceh
Pantai Jilbab ini menjadi satu diantara opsi favorite masyarakat Abdya terutamanya beberapa remaja yang habiskan beberapa hari lebaran tiap tahunnya dari dahulu. Bukan tidak ada tempat santai lain, tapi object ini menjadi opsi untuk golongan ramaja dari dahulu.
Ada di Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh 23763, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pantai ini mempunyai kekhasan tertentu yang jangan kita terlewat bgitu saja.
Sesuai namanya, Pantai Jilbab, tiap pengunjung yang tiba ke tempat wisata itu harus kenakan baju memiliki nuansa Islami, khusus wanita harus berhijab.
Pantai Jilbab yang ada di Desa Palak Kerambil, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya, sama dengan beberapa objek rekreasi bahari yang lain di Aceh, yaitu mempunyai pemandangan alam yang lestari dan eksotik, hingga tiap hari liburan ramai didatangi masyarakat, baik lokal atau dari wilayah tetangga yang lain.
Pantai Jilbab ini mempunyai riwayat tertentu, hingga memiliki nama yang unik dan benar-benar kental dengan tradisi istiadat warga Aceh yakni syariat Islam.
Untuk pengunjung yang tiba akan berasa ingin lama-lama ada di Pantai Jilbab, dengan mempunyai daya magnet keelokan pantai.
Terletak ada di samping barat arah Kota Blangpidie, Ibu Kota Aceh Barat Daya, yang jarak menempuh sekitaran 15 menit dengan kendaraan motor. Bila lakukan perjalanan dari Banda Aceh, jarak tempuhnya 7 jam.
Menurut Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Aceh Barat Daya Hardiyuzar, nama Pantai Jilbab itu ada di saat Aceh masih dirundung perselisihan di tahun 1998.
Awalnya pantai itu namanya Pantai Susoh. Karena perselisihan, warga Aceh Barat Daya kerap melangsungkan razia jilbab untuk beberapa pengunjung. Pada akhirnya karena kerap menyebutkan gunakan jilbab, berubahlah Pantai Susoh jadi nama Pantai Jilbab.
Dipertambah Hardiyuzar, disamping itu, menurut narasi, dari warga di tempat, di saat dikeluarkannya Qanun (Perda) Syariat Islam, warga Kecamatan Susoh menyarankan supaya nama pantai itu dinamakan Pantai Jilbab, supaya sesuai ketentuan syariat.
Di lain sisi, jika dijelajahi, pemberian namanya juga kuat pada website religius yang berada di teritori itu, yakni mempunyai sebuah mushola tua yang berdiri kuat di tepi pantai, ada sebuah pusara ulama karismatik namanya Teuku Labaidin dengan Panggilan Abu Labai.
"Beliau dipandang mempunyai sakral, pusara itu bertemu langsung dengan pantai berpasir putih. Ulama itu namanya Tengku Labaidin, jaman dahulu beliau tinggal di teritori pantai ini mengajari Agama Islam. Pusara beliau berdi belakang masjid pusaka itu," kata Hardiyuzar.
Karena dipandang penting, nama pantai harus sinergik dengan sebuah mushola yang paling tua di Kecamatan Susoh itu, apa lagi ada makam ulama yang dipandang sakral oleh warga di tempat, ditendangatilah nama Pantai Jilbab, lebih Hardiyuzar.
Ia bercerita, kabarnya jaman dulu tersebar berita di Pantai Jilbab itu terjadi kejadian fenomena di tahun 1901, waktu itu mendadak gelombang air laut meninggi dengan tinggi pohon kelapa.
Teuku Labaidin pada waktu itu lari ke bibir pantai untuk mengumandangkan azan. Ajaibnya, selesai azan didengungkan, gelombang umumnya tinggi pecah dan menghajar dataran, tetapi gelombang itu kembali ke lautan terlepas.
"Kejadian gelombang yang kembali arah, jadi narasi sampai saat ini dalam masyarakat Abdya," bebernya.
Maka karena ada riwayat itu, karena itu banyak warga yang ingin berekreasi sekalian berziarah ke pusara ulama itu.
Lokasi itu disokong oleh budaya warga di tempat yang ramah untuk pendatang, hingga pengunjung berasa nyaman dan aman, ucapnya.
Pantai Jilbab benar-benar patut jika dikatakan sebagai tujuan rekreasi Islam di nusantara, selainnya tidak terlepas dari syariat Islam, hal tersebut kelihatan terang bernama tempat wisatanya, ucapnya.
Pulau Kecil
Pantai Jilbab selainnya mempunyai pemandangan yang cantik dengan lambaian pohon nyiur dan cemara, wilayah itu mempunyai deburan ombak Samudera Hindia yang paling pas untuk pencinta selancar (surfing).
Di dekat pantai ini kelihatan sebuah pulau kecil berterumbu karang dangkal yang jaraknya sekitaran 1 km dari Pantai Jilbab, berasa makin komplet keelokan yang dipunyainya.
Di pulau kecil yang dinamakan Gosong, ada hidangan terumbu karang di alam bawah laut yang paling cantik, dengan beragam macam ikan hias, jadi benar-benar pas untuk diving (penyelaman).
Sekarang ini di teritori itu, untuk pengunjung, terutamanya golongan udara diharuskan untuk menggunakan jilbab dan tidak dikenankan memakai baju seksi apa lagi berduaan yang bukan suami istri.
BACA JUGA : Pantai Cemara Indah Kabupaten Aceh Singkil
Sudirman, masyarakat Sumatera Utara mengaku ia dengan keluarganya menyengaja tiba ke Aceh untuk silahturahmi dengan keluarganya di Kabupaten Aceh Selatan.
Sehubungan anaknya ada dengar tempat wisata Pantai Jilbab, hingga ia memilih untuk berwisata ke Aceh Barat Daya.
"Baru ini kali saya kesini, ini juga anak saya yang mengajak, sehubungan pantai namanya unik, karena ingin tahu Pantai Jilbab karena itu kami putuskan liburan ketempat ini," tutur Sudirman.
Ditanyakan mengenai keelokan laut, Sudirman akui Pantai Jilbab cukup menarik, selainnya keelokan alam, pantai ini benar-benar pas tempat surfing karena ombaknya yang panjang dan lama baru pecah.
"Tempat rekreasi ini kurang promo kali ya, karena itu pelancong tidak ramai kesini, walau sebenarnya pemandangan alamnya cantik, ombak laut juga saya saksikan benar-benar pas untuk berseluncur, benar-benar mengagumkan," begitu katanya.
Umumnya beberapa remaja di Aceh Barat Daya (Abdya) jadikan Pantai Jilbab yang ada di Kecamatan Susoh sebagai tempat santai nikmati hari lebaran, sekalian nikmati cantiknya suara deru gelombang air laut.
Pantai Jilbab ini menjadi satu diantara opsi favorite masyarakat Abdya terutamanya beberapa remaja yang habiskan beberapa hari lebaran tiap tahunnya dari dahulu. Bukan tidak ada tempat santai lain, tapi object ini menjadi opsi untuk golongan ramaja dari dahulu.
Salah seorang pengunjung Pantai Jilbab Abdya, Khairul Hamdi menjelaskan banyak warga Abdya berkunjung pantai ini karena semakin nyaman, apa lagi situasinya demikian sejuk saat santai di bawah beberapa pohon cemara yang tumbuh sepanjang pantai. Ini kemungkinan yang membuat beberapa masyarakat terutamanya remaja cenderung pilih Pantai Jilbab untuk santai.



Posting Komentar